Saturday, January 30, 2010

Pengalaman Mengurus Perijinan Badan Usaha CV

Badan usaha yang ingin menjalankan usahanya di negara kita tercinta wajib mendaftarkan diri di departemen terkait. Saya ingin menyampaikan pengalaman saya ketika mengurus perijinan ini.

Awalnya ketika ingin membuat badan usaha berbentuk CV (Persekutuan Komanditer) yang harus dilakukan pertama kali adalah mendatangi notaris. Di depan notaris kita menyatakan diri untuk membuat suatu badan usaha yang berbentuk CV. Di sini kita tinggal menyediakan fotokopi KTP, nama komanditer aktif dan pasifnya, nama perusahaan, dan pemilihan bidang usaha. Di sini biaya tergantung notaris masing-masing menurut Ibu Merry, notaris kami.

Setelah badan usaha terbentuk yang selanjutnya dilakukan adalah mendaftarkannya. Pendaftaran ini ditandai dengan adanya surat Keterangan Domisili Perusahaan, SIUP, TDP, dan Ijin Gangguan.

Setelah terbentuk buatlah Keterangan Domisili dari perusahaan. Syarat-syarat yang berlaku tergantung daerah masing-masing. Untuk di Bandung diminta syarat seperti berikut :
- Izin tetangga (tanda tangan tetangga)
- Izin pemilik gedung yang akan dijadikan kantor.
- Pengantar dari RT & RW setempat
- Fotocopy Akta pendirian/perubahan badan.
- Fotocopy Tanda lunas PBB terakhir
- Fotocopy IMB
Biaya yang saya keluarkan adalah 150 rb di kelurahan dan 150rb di kecamatan.

Yang pertama kali dilakukan adalah mendatangi Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Untuk kota Bandung berada di belakang IBCC di jalan Cianjur (deket jalan sukabumi). Dari situ nanti kita diberi berbagai formulir yang harus dilengkapi beserta surat-surat lainnya yang harus disertakan.

Di berbagai formulir itu terdapat NPWP badan. Untuk itu kita perlu mendatangi kantor pajak. Ups, rupanya untuk membuat NPWP perusahaan mesti buat NPWP pribadi. Untuk itu buatlah terlebih dahulu NPWP pribadi terlebih dahulu. Kemudian buatlah NPWP badan dengan mengisi formulir yang ada tetapi kantor pajak mensyaratkan adanya Keterangan Domisili perusahaan.

Berikut yang harus disertakan setiap memasukin titik tersebut :

NPWP pribadi
Fotokopi KTP
Formulir yang telah diisi

NPWP Badan
-Fotokopi KTP & NPWP pendiri
-Fotokopi Akta pendirian/perubahan
-Fotokopi Keterangan Domisili

IG, TDP, SIUP
*banyak. silahkan lihat di brosur dari deperindag. :-)

PILIH BADAN USAHA


  1. Halo, bu Irma,
    Saya mau tanya, Saya punya rental komputer, tapi hanya kecil-kecilan, cuma 4 komputer. terus lokasinya di dalam perumahan. kira-kira harus pakai surat izin juga nggak?
    Terimakasih bu.

    JAWAB:
    Kalau sendirian (tanpa mitra usaha), bpk bisa mendirikan UD/PD. Kalau bermitra, saran saya setidaknya membuat CV. sehingga bisa diurus ijinnya, minimal: domisili, NPWP, dan SIUP. Semoga sukses ya pak.

  2. Ikram PSD Says:

    Dear Ibu,
    Sebelumnya saya sampaikan bahwa web site ibu sangat informatif. Saya punya beberapa pertanyaan mengenai pendirian CV.

    1.Saat dan beberapa orang teman ini saya akan mendirikan sebuah CV, namun apakah bisa dalam akta pendirian CV tercantum 4 nama, mungkin ibu punya solusi atau saran atas kondisi ini, karena usaha ini telah kami rintis dengan jumlah 4 orang.
    2.Kami melakukan usaha supplier barang kebutuhan industri,seperti alat safety,ATK dan pengadaan barang barang lainnya,kami juga berencana untuk mengikuti tender industri dan pemerintah,bagaimana pencantuman izin usaha pada akta pendirian perusahaan?
    3.Bagaimana aturan modal disetor dalam pendirian CV?
    4.Jika lokasi CV pada lingkungan perumahan,sarat sarat apa saja yang harus dipenuhi untuk izin pendiriannya?
    5.Apakah NPWP CV didapatkan pada saat kita mengurus perizinan?

    Maaf jika pertanyaan saya banyak dan terima kasih atas jawaban dan saran yang Ibu berikan.

    Salam,
    Ikram PSD

    JAWAB:
    Terima kasih atas apresiasinya ya pak.
    1. CV bisa didirikan oleh beberapa orang (minimal 2 orang), yang penting harus ada yang bertindak selaku persero aktif dan persero diam.
    2.untuk keperluan tersebut, dalam maksud dan tujuan CV bapak bisa buat seluas2nya, tapi waktu membuat SIUP bisa masuk kategori perdagangan umum, alat ATK dan perdagangan barang2 hasil industri
    3. CV tidak ada modal disetor (berbeda dengan PT)
    4. Untuk perumahan, di Jakarta sudah dilarang, tapi di luar jakarta masih boleh.
    5. NPWP memang diurus setelah penanda-tangan akta pendirian dan pengurusan domisili.
    Demikian, semoga sukses ya pak….

  3. Friets Says:

    Saya sudah baca penjelasan tentang pendirian CV, yang ingin saya tanyakan adalah apakah dalam pendirian CV dibutuhkan juga anggaran dasar dan anggaran rumah tangga? kalau dibutuhkan, apakah saya bisa mendapat contohnya? saya sedang mencari-cari data/contoh-contoh bagaimana mendirikan CV dan memulai sebuah CV.saya mau mendirikan CV di Jayapura.sebelumnya terimaksih atas bantuannya.

    JAWAB:
    pak, untuk pendirian CV menggunakan akta anggaran dasar CV. Contohnya bisa bapak lihat di section: “Contoh Akta Pendirian CV” di blog saya. Walaupun menurut KUHD, ketiadaan akta tidak berarti tidak membuktikan tidak adanya suatu CV. Mengenai anggaran rumah tangga, boleh dibuat sendiri, boleh tidak. Semoga sukses ya pak… salam,

badan hukum dengan badan usaha



Saya tidak mengerti perbedaan istilah badan hukum dengan badan usaha. Karena di tempat saya bekerja, istilah badan hukum dan badan usaha dijadikan satu. Dari artikel hasil googling, tampak bahwa tidak setiap badan usaha berbadan hukum. Mohon informasi,
1. Dari istilah berikut, mana yang merupakan bentuk badan hukum:
BUMN, BUMD, BHMN, PT, NV, CV, Firma, Koperasi, Yayasan, UD, dan Usaha yang memiliki ijin khusus dari instansi terkait.
2. Apakah ada usaha yang tidak berbentuk badan usaha?

Terima kasih atas pencerahannya..

JAWAB:
1. “Badan Hukum” berbeda dengan “Badan Usaha” (bentuk usaha). Jadi tidak semua bentuk usaha berbadan hukum. Yang masuk kategori badan hukum adalah: PT, YAYASAN, KOPERASI, BHMN (contohnya Universitas) dan badan usaha/bentuk usaha lain yang anggaran dasarnya disahkan oleh Menteri dan diumumkan dalam berita negara. NV atau “Namlooze Venotschap” adalah nama lama dari PT (sekarang tidak digunakan lagi).
sedangkan UD, PD, Firma, dan CV bukan badan hukum.

Badan hukum dipersamakan kedudukannya dengan orang, artinya bisa bertindak sendiri di luar dan di dalam pengadilan, melakukan penuntutan dan dituntut, dan memiliki kekayaan yang terpisah dari kekayaan para pemegang sahamnya dan kekayaan para pendirinya.

Untuk bentuk usaha, hanyalah suatu wadah dari usaha pendirianya (untuk UD dan PD) atau usaha bersama di antara para pendirinya (jika terdiri dari beberapa orang seperti Firma dan CV). Apabila terjadi gugatan dari pihak ketiga, para pendiri atau persero atau pemilik harus bertanggung jawab secara renteng (tanggung menanggung) sampai dengan harta pribadinya).

2. Usaha yang tidak berbentuk badan usaha adalah usaha perorangan yang dilaksanakan tanpa membentuk jenis usaha tertentu. Misalnya usaha catering tanpa membentuk CV atau UD. tapi kalau usaha perorangan tersebut sudah memilih bentuk UD atau PD, artinya orang tersebut sudah “mendeklarasikan” dirinya menurut bentuk usaha tersebut. Walaupun tentu saja tanggung jawabnya tetap sama.

semoga penjelasan saya cukup jelas ya pak.

SAYA INGIN MENDIRIKAN PT


Saya ingin mendirikan CV kira2 berapa biayanya dan jika suatu saat CV itu ingin di tutup bagaimana prosedurnya ?

Terima Kasih,

Shaula

untuk biaya pendirian CV ibu bisa kontak ke alamat e-mail saya di notaris@irmadevita.com. Sedangkan untuk penutupan/pembubaran CV, harus dibuatkan akta pembubaran CV. Terima kasih


CV JADI PT ???
  1. sy dan 2 orang teman membuat perusahaan yg saat ini statusya CV. Namun keluarga sy mendesak untuk segera mengubahnya menjadi PT dengan alasan PT lebih menjamin dan punya kekuatan hukum sehingga seandainya ada conflict internal, kedua rekan sy tersebut tidak akan dengan mudahnya ‘menendang’ sy dan modal awal yg kita setor tidak dapat ditarik lagi.
    Apakah benar demikian bu ? mohon bantuan solusinya secepatnya.

    Terima kasih,
    salam, carol

  2. Irma Devita Says:

    Jawaban untuk bp/ibu @iefta en:
    Prosedur pendirian pabrik memang agak rumit. Karena banyak ijin yang harus dipenuhi, antara lain UUG, Ijin lokasi, ijin usaha industri dll. Disamping ijin standard lainnya. Selain itu, jika tanahnya masih tanah garapan harus merubah peruntukannya dulu dan harus melakukan pembebasan tanah juga.

  3. Irma Devita Says:

    Dear mbak Carol,

    Mengenai saran keluarga anda, memang jika dibandingkan dengan CV, maka PT lebih memiliki kekuatan hukum yang pasti. Karena dalam PT jelas pembagian modalnya. Kemudian ada kekayaan yang terpisah antara PT dan para pemegang sahamnya.(mengenai uraian PT ini, mbak bisa lihat di pembahasan saya pada “Prosedur dan syarat-syarat pendirian PT”).
    Sedangkan CV, karena tidak berstatus sebagai badan hukum, maka tanggung jawab persero aktifnya, sampai dengan harta pribadi.

    Tapi mengenai penarikan modal kembali, tidak demikian. Karena dalam PT, apabila kita akan keluar, kita bisa saja menjual saham kita kepada pemegang saham yang masih ada, atau kepada pihak ketiga. Kalau CV agak sulit hitung2annya. Karena pada anggaran dasar tidak disebutkan berapa modal yang disetorkan. Kecuali pada waktu itu dibuatkan perjanjian terpisah di bawah tangan.

    Tapi kalau mbak sudah buat CV, kemudian akan ditingkatkan lagi menjadi PT, menurut saya tidak perlu. Karena prosedurnya agak rumit, yaitu harus melalui audit keuangan oleh auditor independen dan hasilnya harus di umumkan di 2 surat kabar harian nasional. Saran saya, apabila anda ingin buat PT, dari pada meningkatkan CV yang sudah ada, lebih baik anda buat PT baru saja.

    Sebagai penutup, walaupun sudah mendirikan PT atau CV, jika ada liku2 kerjasama antara para pendiri, sebaiknya dibuat secara detil dalam perjanjian tersendiri. untuk mencegah konflik di kemudian hari.

    Semoga bermanfaat.

PINJAM NAMA UNTUK PENDIRIAN CV

Seorang teman saya meminjam nama saya untuk membuat sebuah CV dimana saya diposisikan sebagai direktur (persero aktif). Setelah itu kami mengadakan perjanjian bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan oleh CV tersebut baik itu pajak, pembiayaan, permodalan, resiko dan kerugian yang ditimbulkan oleh CV tersebut adalah sepenuhnya ditanggung oleh teman saya diatas kertas bermeterai. Jadi intinya saya cuma “nampang” nama saja sebagai direktur. Yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah cukup dengan mengadakan surat pernjanjian itu saya lepas dari segala resiko yang mungkin ditimbulkan oleh CV tersebut? Mengingat saya hanya meminjamkan nama saya dan tidak aktif serta turut terlibat dalam kegiatan CV tersebut. Dan apakah dalam mengurus CV memerlukan fotokopi ijasah terakhir yg dilegalisir yang dimiliki oleh saya selaku direktur? Menurut info yg saya terima bila saya menggunakan ijasah sebagai salah satu syarat kelengkapan pendirian CV maka bila suatu hari nanti saya hendak mendirikan usaha baik itu CV atau PT dikota yang sama maka ijasah saya tidak akan diterima karena dulu telah dipergunakan. Dan langkah2 apa yang harus saya tempuh untuk menghindari kesulitan yang akan muncul dikemudian hari berkaitan dengan penggunaan nama saya? Mohon pencerahannya
Terima kasih

Jawab:
Sebenanya “peminjaman” nama dalam suatu CV kadang2 terjadi, apabila “direktur asli” nya tidak boleh tampil dalam CV tersebut, karena sesuatu dan lain hal, misalnya: dia sebenarnya adalah pegawai di tempat CV tersebut menjadi pemasok barang. Pegawai negeri aktif juga biasanya tidak tampil sebagai Direktur dalam suatu CV atau PT, karena memang dilarang untuk “berusaha”.
Mengenai penggunaan nama anda, apabila perjanjian antara anda dan rekan anda hanya dibuat di atas kertas bermeterai, maka itu hanya akan mengikat bagi kedua belah pihak. Jadi di mata pihak ketiga, Direktur yang bertanggung jawab tetap anda.

Untuk penggunaan ijazah terakhir setahu saya tidak diperlukan dalam pendirian CV, namun biasanya dimasukkan dalam Company Profile suatu perusahaan, pada bagian Tenaga Ahli. Jadi hanya untuk membuktikan bahwa dalam CV tersebut ada tenaga2 ahli yang terlibat. Biasanya diperlukan dalam melengkapi dokumen tender pada instansi pemerintah.

PROSEDUR, CARA DAN SYARAT PENDIRIAN CV

meeting-2.jpg CV atau Comanditaire Venootschap adalah bentuk usaha yang merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih oleh para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan usaha dengan modal yang terbatas. Karena, berbeda dengan PT yang mensyaratkan minimal modal dasar sebesar Rp. 50jt dan harus di setor ke kas Perseroan minimal 25%nya, untuk CV tidak ditentukan jumlah modal minimal. Jadi, misalnya seorang pengusaha ingin berusaha di industri rumah tangga, percetakan, biro jasa, perdagangan, catering, dll dengan modal awal yang tidak terlalu besar, dapat memilih CV sebagai alternatif Badan Usaha yang memadai.Apakah bedanya CV dengan PT?

Perbedaan yang mendasar antara PT dan CV adalah, PT merupakan Badan Hukum, yang dipersamakan kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para pendirinya. Jadi, PT dapat bertindak keluar baik di dalam maupun di muka pengadilan sebagaimana halnya dengan orang, serta dapat memiliki harta kekayaan sendiri. Sedangkan CV, dia merupakan Badan Usaha yang tidak berbadan hukum, dan kekayaan para pendirinya tidak terpisahkan dari kekayaan CV.

Karakteristik CV yang tidak dimiliki Badan Usaha lainnya adalah: CV didirikan minimal oleh dua orang, dimana salah satunya akan bertindak selaku Persero Aktif (persero pengurus) yang nantinya akan bergelar Direktur, sedangkan yang lain akan bertindak selaku Persero Komanditer (Persero diam). Seorang persero aktif akan bertindak melakukan segala tindakan pengurusan atas Perseroan; dengan demikian, dalam hal terjadi kerugian maka Persero Aktif akan bertanggung jawab secara penuh dengan seluruh harta pribadinya untuk mengganti kerugian yang dituntut oleh pihak ketiga. Sedangkan untuk Persero Komanditer, karena dia hanya bertindak selaku sleeping partner, maka dia hanya bertanggung jawab sebesar modal yang disetorkannya ke dalam perseroan.

Perbedaan lain yang cukup penting antara PT dengan CV adalah, dalam melakukan penyetoran modal pendirian CV, di dalam anggaran dasar tidak disebutkan pembagiannya seperti halnya PT. Jadi, para persero harus membuat kesepakatan tersendiri mengenai hal tersebut, atau membuat catatan yang terpisah. Semua itu karena memang tidak ada pemisahan kekayaan antara CV dengan kekayaan para perseronya.

BAGAIMANA CARA MENDIRIKAN CV?

CV dapat didirikan dengan syarat dan prosedur yang lebih mudah daripada PT, yaitu hanya mensyaratkan pendirian oleh 2 orang, dengan menggunakan akta Notaris yang berbahasa Indonesia. Walaupun dewasa ini pendirian CV mengharuskan adanya akta notaris, namun dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang dinyatakan bahwa pendirian CV tidak mutlak harus dengan akta Notaris.

Pada saat para pihak sudah sepakat untuk mendirikan CV, maka dapat datang ke kantor Notaris dengan membawa KTP. Untuk pendirian CV, tidak diperukan adanya pengecekan nama CV terlebih dahulu. Oleh karena itu proses nya akan lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan pendirian PT.
Namun demikian, dengan tidak didahuluinya dengan pengecekan nama CV, menyebabkan nama CV sering sama antara satu dengan yang lainnya.
Pada waktu pendirian CV, yang harus dipersiapkan sebelum datang ke Notaris adalah adanya persiapan mengenai:
1. Calon nama yang akan digunakan oleh CV tersebut
2. tempat kedudukan dari CV
3. Siapa yang akan bertindak selaku Persero aktif, dan siapa yang akan bertindak selaku persero diam.
4. Maksud dan tujuan yang spesifik dari CV tersebut (walaupun tentu saja dapat mencantumkan maksud dan tujuan yang seluas-luasnya).

Untuk menyatakan telah berdirinya suatu CV, sebenarnya cukup hanya dengan akta Notaris tersebut, namun untuk memperkokoh posisi CV tersebut, sebaiknya CV tersebut di daftarkan pada Pengadilan Negeri setempat dengan membawa kelengkapan berupa Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) dan NPWP atas nama CV yang bersangkutan.

Apakah itu akta, SKDP, NPWP dan pendaftaran pengadilan saja sudah cukup?
Sebenarnya semua itu tergantung pada kebutuhannya. Dalam menjalankan suatu usaha yang tidak memerlukan tender pada instansi pemerintahan, dan hanya digunakan sebagai wadah berusaha, maka dengan surat-surat tersebut saja sudah cukup untuk pendirian suatu CV. Namun, apabila menginginkan ijin yang lebih lengkap dan akan digunakan untuk keperluan tender, biasanya dilengkapi dengan surat-surat lainnya yaitu:
1. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP)
2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
3. Tanda Daftar Perseroan (khusus CV)
4. Keanggotaan pada KADIN Jakarta.

Pengurusan ijin-ijin tersebut dapat dilakukan bersamaan sebagai satu rangkaian dengan pendirian CV dimaksud, dengan melampirkan berkas tambahan berupa:
1. Copy kartu keluarga Persero Pengurus (Direktur) CV
2. Copy NPWP Persero Pengurus (Direktur) CV
3. Copy bukti pemilikan atau penggunaan tempat usaha, dimana
a. apabila milik sendiri, harus dibuktikan dengan copy sertifikat dan copy bukti
pelunasan PBB th terakhir
b. apabila sewa kepada orang lain, maka harus dibuktikan dengan adanya
perjanjian sewa menyewa, yang dilengkapi dengan pembayaran pajak sewa
(Pph) oleh pemilik tempat.
sebagai catatan berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta, untuk wilayah Jakarta, yang
dapat digunakan sebagai tempat usaha hanyalah Rumah toko, pasar atau perkantoran.
Namun ada daerah-daerah tertentu yang dapat digunakan sebagai tempat usaha yang
tidak membayakan lingkungan, asalkan mendapat persetujuan dari RT/RW setempat
4. Pas photo ukuran 3X4 sebanyak 4 lembar dengan latar belakang warna merah

Jangka waktu pengurusan semua ijin-ijin tersebut dari pendirian sampai dengan selesai lebih kurang selama 2 bulan.

Sebagai penutup, saya sarankan agar dalam mendirikan suatu bidang usaha, alangkah baiknya untuk dipertimbangkan dari segala segi, tidak hanya dari segi kepraktisannya, namun juga dari segi pembagian resiko di antara para persero, agar tidak terjadi pertentangan di kemudian hari.


Pendirian suatu badan usaha tertentu diperlukan untuk memberi wadah atau “bentuk” pada usaha tersebut. Terutama apabila terdiri dari beberapa orang yang akan melakukan usaha bersama, dan memerlukan suatu sarana untuk melakukan kerjasama yang dimaksud. Pelaksanaan suatu usaha dalam suatu badan hukum (PT) atau badan usaha (CV) biasanya juga disyaratkan apabila anda akan menjalin kerjasama dengan suatu instansi pemerintah atau dengan pihak lain. Biasanya mereka mensyaratkan harus dalam bentuk usaha tertentu dengan kriteria kelas-kelas dari masing-masing usaha. Contohnya: untuk pengadaan barang di kantor2 atau instansi pemerintah dengan nilai s/d Rp. 200jt harus menggunakan CV atau PT dengan klasifikasi kecil, sedangkan untuk Pengadaan barang di atas 1 Milyar harus menggunakan PT dengan klasifikasi Besar (minimal modal disetor Rp. 510jt).
Apabila anda ingin membuka warung atau toko biasa, dan tidak bekerja sama dengan orang lain, anda cukup mengajukan pembuatan Domisili dan NPWP saja. Kalau toko agak besar (mini market) anda bisa mengajukan PKP, karena anda harus menerbitkan faktur pajak, dan ini memerlukan nomor seri PKP. Kalau ingin berbentuk badan Usaha, anda bisa membentuk “Perseroan Dagang” (PD) atau “Usaha Dagang” (UD).
Tapi apabila anda bekerja sama dengan 1 orang partner lain, dan anda ingin menuangkan dalam suatu badan usaha, sebaiknya anda memilih CV.
Semoga penjelasan saya cukup jelas. terima kasih




Apa aja syarat mendirikan PT (Perseroan Terbatas)

saya mo tanya, saudara saya mau buat pt tapi dengan modal kecil. kira2 syarat apa yang diperlukan untuk mendirikan sebuah pt dan kalo ingin nyetor modal itu berapa minimal modal yang harus disetor?

harus ada surat keterangan domisili dari rt/rw kelurahan, kecamatan...
trus KTP, KK, 2 orang ya.. sebagai pendiri minimal 2 orang...
modal di setor? di setor kemana?

usahanya apa nih? kalau cuma usaha rumah tangga mending bikin CV aja...
trus kalau data2 itu sudah lengkap, anda cari notaris di daerah domisili perusahaan anda itu... siapin duit 5-10 juta deh buat urus ini itunya..
saran sih CV aja, lebih murah biayanya...
atau kalau paling gampang, anda survey notaris2 di daerah anda, anda telpon dan anda tanya berapa harga dan syarat2nya...
gampang kok... nanti harus ke dinas perdagangan buat ngrus SIP dll

yang gw tau mah itu cuma basa basi aja...
mending langsung ke notaris aja....tanya syaratnya apa aja...
trus bandingin aja ke notaris2 yang lain soal biayanya aktanya...cari yang murah aja...


Ke Notaris terdekat gan. disitu akan dijelaskan,

syarat2 nya:
1.Pendiri minimal 2 orang atau lebih
2.Akta Notaris yang berbahasa Indonesia
3.Setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham, kecuali dalam
rangka peleburan
4.Akta pendirian harus disahkan oleh Menteri kehakiman dan
diumumkan dalam BNRI
5.Modal dasar minimal Rp. 50jt dan modal disetor minimal 25% dari
modal dasar
6.Minimal 1 orang direktur dan 1 orang komisaris
7.Pemegang saham harus WNI atau Badan Hukum yang didirikan
menurut hukum Indonesia, kecuali PT. PMA

Kelengkapan dokumen:
1. Kartu Keluarga Direktur Utama
2. NPWP Direksi (kalau tidak ada, minimal Direktur Utama)
3. Copy Perjanjian Sewa Gedung berikut surat keterangan domisili
dari pengelola gedung (apabila kantornya berstatus sewa)
apabila berstatus milik sendiri, yang dibutuhkan:
-copy sertifikat tanah dan
-copy PBB terakhir berikut bukti lunasnya
4. Pas photo Direktur Utama/penanggung jawab ukuran 3X4
sebanyak 2 lembar
5. Foto kantor tampak depan, tampak dalam (ruangan berisi meja,
kursi, komputer berikut 1-2 orang pegawainya). Biasanya ini
dilakukan untuk mempermudah pada waktu survey lokasi untuk
PKP atau SIUP
6. Stempel perusahaan (sudah ada yang sementara untuk pengurusan ijin2).

Ini untuk mengurus, NPWP, Surat keterangan domisili, SIUP, TDP, PKP

lengkapnya dapat dibaca2 UU No. 40/2007 tentang Perseroan Terbatas

Ingin mengurus sendiri pendirian CV agar biaya lebih murah. Apa yg hrs disiapkan dan dari mana dimulai?



CV = comanditer verenigde yaitu persekutuan terbatas.
artinya persekutuan terdiri dari beberapa pemilik saham yang jelas lebih dari satu.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengurus akte pendirian perusahaan. dalam hal ini siapkan nama perusahaan yang belum pernah dipakai orang lain, alamat kantor, no telpun, calon pgawe dsb.
Kemudian anda harus urus NPWPnya.
Kemudian urus SIUP/SIUJK dan ijin sejenisnya tergantung usaha anda.
Kemudian urus sertifikat badan usahanya...dst

Mau dirikan perusahaan, kok kerja sendiri. Jika anda ingin perusahaannya tumbuh jadi besar, mulai sekarang berbagilah dengan sesama.

Datang ke notaris. Beres.

Kalau mau urus sendiri caranya. Kul di Hukum -- Tamat buka Notaris -- Urus sendiri -- jadi dech cv anda.

Saya juga dulu berfikir seperti anda -- makanya nggak maju-maju --
Sekarang maju pesat.


MENDIRIKAN PT

Quote:

saya mo tanya, saudara saya mau buat pt tapi dengan modal kecil. kira2 syarat apa yang diperlukan untuk mendirikan sebuah pt dan kalo ingin nyetor modal itu berapa minimal modal yang harus disetor?
harus ada surat keterangan domisili dari rt/rw kelurahan, kecamatan...
trus KTP, KK, 2 orang ya.. sebagai pendiri minimal 2 orang...
modal di setor? di setor kemana?

usahanya apa nih? kalau cuma usaha rumah tangga mending bikin CV aja...
trus kalau data2 itu sudah lengkap, anda cari notaris di daerah domisili perusahaan anda itu... siapin duit 5-10 juta deh buat urus ini itunya..
saran sih CV aja, lebih murah biayanya...
atau kalau paling gampang, anda survey notaris2 di daerah anda, anda telpon dan anda tanya berapa harga dan syarat2nya...
gampang kok... nanti harus ke dinas perdagangan buat ngrus SIP dll
INGIN MEMBUKA USAHA SALON
Oleh: Mike Rini

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Anggi --- Jakarta

Hallo Mbak Mike, saya ada hal yang ingin ditanyakan. Keluarga saya ada rencana ingin buka usaha salon, tapi masalahnya hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan? Dan bagaimana kita tahu usaha kita itu bisa berhasil atau tidak? Dalam jangka waktu berapa lama kita bisa tentukan bahwa usaha kita berhasil atau tidak? Sebelumnya saya ucapkan terimakasih.




Jawaban:

Halo juga Mbak Anggi,

Memang tidak ada yang bisa memastikan usaha kita akan berhasil atau tidak, tetapi kita dapat mengusakan keberhasilan tersebut, yaitu dengan cara melakukan persiapan usaha yang matang dan melaksanakan strategi pemasaran yang efektif, antara lain:

  1. Tempat yang strategis. Pilihlah tempat usaha tersebut berada pada area yang ramai, banyak dikunjungi orang, banyak kendaraan lewat dan mudah dijangkau.

  2. Perijinan. Izin usaha harus ada agar usaha berjalan lancar. Paling tidak Anda harus "permisi" kepada lingkungan sekitar, seperti RT, RW dan kelurahan. Jika Anda mengurus izin usah sekaligus dengan badan hukumnya di notaris, itu lebih bagus.

  3. Modal. Sediakanlah modal yang cukup untuk keperluan sebagai berkut:
    1. modal awal membuka usaha (perijinan, inventaris kantor seperti meja, kursi dan peralatan salon kecantikan seperti hairdryer, alat pelurus rambat, dll).
    2. modal kerja untuk membayar biaya operasional selama perusahaan belum menghasilkan keuntungan. Biaya operasional antara lain meliputi listrik, telepon, gaji karyawan, kas kecil, dll. Siapkanlah modal kerja minimal 6 s/d 12 bulan, atau jika Anda optimis, bisa disiapkan 3 bulan saja.
    3. Modal pembelian bahan kosmetik seperti creambath, shampoo, conditioner, dll. Siapkanlah modal pembelian bahan kosmetik minimal 6 s/d 12 bulan, atau jika Anda optimis, bisa disiapkan 3 bulan saja.
  4. Tenaga ahli. Usaha salin sangat mengandalkan adanya tenaga ahli, seperti hairstylist dan kapster yang berpengalaman. Jika pelayanan dan keahlian mereka disukai orang, maka semakin ramai pengunjung salon Anda, dan tentunya bisa menjadi pelanggan setia.

  5. Sistem pengendalian keuangan, seperti buku transaksi harian, buku laba rugi bulanan, dll. Buatlah sistem pencatatan yang sederhana--tujuannya adalah agar Anda dapat menjalankan usaha dengan tertib.

  6. Laksanakan strategi pemasaran yang efektif, antara lain: harga yang kompetitif, penawaran variasi jasa, promosi usaha, dll.

Keberhasilan suatu bisnis bisa dinilai dari beberapa sisi, terutama dari sisi finansial. Karena itu, secara umum, sebuah usaha bisa dinilai berhasil jika mampu mencapai tujuan finansialnya atau tujuan keuangannya, yaitu mendapatkan keuntungan. Namun tujuan keuangan untuk mendapatkan keuntungan ini juga harus realistis, spesifik dan terukur. Artinya penetapan target keuntungan juga harus memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhinya, seperti kapasitas usaha, modal, produktifitas kerja dan lain-lain. Tentunya tanpa melupakan azas dengan modal sekecil mungkin mendapatkan untung sebesar-besarnya.

Semakin cepat sebuah usaha mendapatkan keuntungan semakin baik, namun hal ini juga tergantung jenis usahanya. Patokannya adalah keuntungan harus Anda dapatkan sebelum modal kerja dan pembelian bahan kosmetik habis. Jika Anda mempersiapkan modal tersebut untuk 3 bulan ke depan, maka usahakanlah agar salon Anda sudah mendapatkan keuntungan sebelum 3 bulan. Pada umumnya, sebuah usaha usaha dinilai berhasil jika bisa mendapatkan keuntungan setelah setahun berjalan.

Selamat membuka usaha salon.

Salam,
Mike Rini
Perencana Keuangan

Usaha Kecil dan Menengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Usaha Kecil dan Menengah disingkat UKM adalah sebuah istilah yang mengacu ke jenis usaha kecil yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Dan usaha yang berdiri sendiri. Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah: “Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut: 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah) 3. Milik Warga Negara Indonesia 4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar 5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Di Indonesia, jumlah UKM hingga 2005 mencapai 42,4 juta unit lebih.

Pemerintah Indonesia, membina UKM melalui Dinas Koperasi dan UKM, dimasing-masing Propinsi atau Kabupaten/Kta.

Usaha Kecil Tak Perlu Ijin RT dan RW

Ditulis pada: Saturday, 9 January 2010, Dibaca 40 kali, 1 hari ini,

detikyogyakarta.net, koran jogja, fjb, gosipPemerintah mempermudah kegiatan berusaha rakyat kecil. Usaha mikro dan kecil-kecilan pun semua dibebaskan dari perijinan.

Deputi Bidang Pengkajian UKMK Kementrian Negara Koperasi dan UKM I Wayan Dipta memastikan tidak ada lagi ijin RT/RW yang diperlukan oleh warga yang ingin berusaha.

“Kalau memang skalanya rumah tangga, sudah jelas usaha mikro itu tidak perlu mengurus (perijinan),” ujar Wayan mengomentari keluhan adanya warga yang masih dimintai ijin RT/RW saat akan berusaha, di Warung Daun, Sabtu 9 Januari 2010.

Wayan mengatakan ijin apapun itu tidak perlu. Semua dibebaskan. Termasuk adanya tarikan uang keamanan, dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri nomo 24 tahun 2006, tidak diijinkan.

“Kami terus mengawal kemudahan masyarakat dalam berusaha, memang dalam prakteknya dilapangan muncul (praktek tidak sehat dalam perijinan). Untuk itu kami minta masyarakat juga menegakkan aturan. Kasihan rakyat kecil mau berbisnis malah dicekek,” ujar dia.

• VIVAnews

ijin-ijin

Pertama-tama gan...agan harus tentuin bentuk usahanya seperti apa dulu?
PT atau CV:

1. PT – PERSEROAN TERBATAS
a. Pemesanan Nama Perseroan
b. Akta Pendirian Perusahaan dari Notaris
c. Surat Keterangan Domisili
d. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
e. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
f. SK Pengesahan Menhukham
g. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Syarat pendirian :
a. Foto copy KTP para pendiri, minimal 2 orang (tidak suami istri)
b. Foto copy KK penanggung jawab / Direktur
c. NPWP pemegang saham dan pengurus
d. Foto copy PBB terakhir tempat usaha / kantor, apabila milik sendiri
e. Foto copy Surat Kontrak, apabila status kantor kontrak
f. Surat Keterangan Domisili dari pengelola Gedung, apabila berada di Gedung Kantor berada di wilayah Perkantoran / Plaza, atau Ruko, tidak berada di wil pemukiman.
g. Pas photo penanggung jawab ukuran 3 x 4 = 2 lbr berwarna
i. Siap di survey

Persiapan yang sudah merupakan kesepakatan bersama :
a. Nama PT
b. Kedudukan dan bidang usaha
c. Jumlah Modal Dasar dan Modal Setor
d. Komposisi Saham
e. Susunan Direksi dan Komisaris

2. CV – COMMANDITAIRE VENOOTCSHAP
a. Akta Pendirian Perusahaan dari Notaris
b. Surat Keterangan Domisili
c. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
d. Pendaftaran ke Pengadilan
e. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
f. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Syarat pendirian :
a. Foto copy KTP para pendiri, minimal 2 orang (tidak suami istri)
b. Foto copy KK penanggung jawab / Direktur
c. NPWP Pengurus
d. Foto copy PBB terakhir tempat usaha / kantor, apabila milik sendiri
e. Foto copy Surat Kontrak, apabila status kantor kontrak
f. Surat Keterangan Domisili dari pengelola Gedung, apabila berada di Gedung
g. Kantor berada di wilayah Perkantoran / Plaza, atau Ruko, tidak berada di wil pemukiman
h. Pas photo penanggung jawab ukuran 3 x 4 = 2 lbr berwarna
i. Siap di survey

Persiapan yang sudah merupakan kesepakatan bersama :
a. Nama CV
b. Kedudukan dan bidang usaha
c. Jumlah Modal Usaha
d. Susunan Direksi dan Komisaris

Mudah2an membantu gan....